Langsung ke konten utama

Kanker: Deteksi Dini dan Pencegahan yang Harus Diketahui

 


Kanker adalah kondisi medis berupa pertumbuhan sel abnormal di dalam tubuh. Jika tidak ditangani dengan tepat dan segera, kanker dapat menimbulkan komplikasi serius hingga mengancam nyawa. Oleh karenanya, penting bagi setiap individu untuk melakukan deteksi dini kanker guna menghindari risiko terburuk.
Untuk deteksi dini kanker, langkah paling awal yang dapat dilakukan adalah dengan mengetahui riwayat kesehatan keluarga. Hal ini dikarenakan genetik menjadi salah satu faktor risiko yang sering kali memicu terjadinya pertumbuhan sel kanker. Untuk mengenal cara deteksi dini kanker selengkapnya, Anda dapat menyimak artikel di bawah ini sampai habis.



Jenis-Jenis Kanker
 Berdasarkan penyebabnya, penyakit kanker dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu hereditary cancer, familiar cancer, dan kanker sporadis. Berikut masing-masing penjelasannya.

 1. Hereditary Cancer (Kanker dari Faktor Keturunan)
 Hereditary cancer merupakan jenis kanker dalam keluarga yang terjadi karena adanya mutasi atau perubahan gen yang diwariskan dari anggota keluarga tingkat 1 (orang tua), 2 (kakek, nenek, paman, bibi, keponakan), atau lebih (buyut).

 Salah satu contoh hereditary cancer yang sering kali ditemukan adalah hereditary breast ovarian cancer syndrome, yaitu penyakit kanker payudara dan kanker ovarium yang diwariskan. Kondisi ini dipengaruhi oleh mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 yang diturunkan dari keluarga.

 2. Familial Cancer (Kanker dari Faktor Keluarga)
 Familial cancer merupakan kanker dalam keluarga yang disebabkan oleh kombinasi faktor genetik serta faktor bersama lainnya, seperti gaya hidup dan lingkungan. Dengan kata lain, familial cancer tidak hanya dipicu oleh mutasi gen spesifik yang diwariskan oleh orang tua secara langsung.

Pada familial cancer, pola kanker tertentu dapat terlihat dalam keluarga. Pola ini termasuk beberapa anggota keluarga dekat (seperti ibu, anak perempuan, dan saudara perempuan) dengan jenis kanker yang sama, mengembangkan kanker pada usia dini, maupun memiliki dua jenis kanker atau lebih yang berkembang pada orang yang sama.

 3. Kanker Sporadis
 Kanker sporadis adalah kanker yang bukan dipicu oleh mutasi gen bawaan. Kondisi ini bisa terjadi karena kombinasi faktor lingkungan, seperti pertambahan usia, gaya hidup, atau penyakit lain.

 
Cara Deteksi Dini Kanker yang Penting Dilakukan
 
Seperti yang telah dijelaskan, kanker dapat terjadi karena faktor genetik maupun pengaruh lingkungan. Oleh karenanya, penting bagi setiap individu untuk melakukan deteksi dini kanker sebagai upaya mencegah kondisi yang lebih serius. Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk skrining kanker adalah sebagai berikut:

 1. Mengetahui Riwayat Keluarga
 Mengetahui riwayat keluarga merupakan langkah awal yang bisa dilakukan untuk deteksi kanker sejak dini. Melalui cara ini, Anda perlu mengenali riwayat kesehatan dan penyakit kanker yang pernah diderita oleh keluarga.

 
2. Mengenali Gejala Penyakit Kanker
 Penting pula bagi setiap individu untuk mengenali gejala kanker guna mewaspadai kondisi medis tersebut. Pada dasarnya, gejala penyakit kanker cenderung beragam sesuai dengan bagian tubuh yang terdampak. Namun, sejumlah gejala umum yang dapat diwaspadai di antaranya adalah:

-Perubahan warna atau tekstur kulit pada bagian tubuh yang terdampak.
-Munculnya benjolan atau bengkak pada area tubuh yang terdampak.
-Mudah lelah.
-Penurunan berat badan yang signifikan.
-Luka yang tidak kunjung sembuh.
-Keluarnya cairan abnormal dari dalam tubuh.
-Kesulitan bernapas.
-Muncul memar-memar pada permukaan tubuh, mimisan, atau gusi berdarah, yang biasanya mengarah pada kecurigaan kanker darah.
 

3. Tes Genetik
 Peran sains dalam bidang kesehatan tak perlu diragukan lagi. Pasalnya, terdapat salah satu teknologi sains yang bisa digunakan untuk membantu deteksi dini kanker, yaitu tes genetik.

 Tes genetik atau tes genomik merupakan metode untuk mengetahui adanya mutasi gen yang terjadi di dalam tubuh. Umumnya, tes ini dilakukan pada seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kanker sebelumnya.

 
4. Pemeriksaan Medis
 Deteksi dini kanker yang penting dilakukan berikutnya adalah pemeriksaan medis. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat memastikan diagnosis penyakit kanker yang dialami oleh pasien. Adapun sejumlah prosedur pemeriksaan yang dapat dilakukan dokter untuk mendeteksi kanker sejak dini adalah sebagai berikut:

 
Teknik Pencitraan
 -Teknik pencitraan adalah metode yang dilakukan untuk melihat bagian dalam tubuh. Terdapat beberapa jenis teknik pencitraan yang umum digunakan untuk deteksi dini kanker, di antaranya:

-MRI, yaitu teknik pencitraan yang memanfaatkan gelombang radio serta teknologi magnet untuk memperoleh gambaran organ dalam tubuh.
-USG, yaitu teknik pencitraan yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk memindai bagian dalam tubuh.
-CT Scan, yaitu prosedur pemeriksaan yang menggunakan teknologi komputer khusus dan sinar-X untuk memperoleh gambaran organ dalam tubuh.
-Rontgen, yaitu prosedur pemeriksaan yang memanfaatkan sinar-X untuk memindai bagian dalam tubuh.
 
Mammografi
 Mammografi merupakan prosedur pemeriksaan yang menggunakan sinar-X untuk melihat kondisi jaringan pada payudara. Mammografi dapat dilakukan sebagai pemeriksaan lanjutan dari SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) untuk mendeteksi kanker payudara.

 Umumnya, dokter dapat mengombinasikan mammografi dengan teknik pencitraan lain, seperti USG, MRI, dan CT Scan, untuk memastikan diagnosis kanker payudara. Mammografi disarankan untuk dilakukan secara rutin oleh wanita yang telah berusia 40 tahun ke atas. 

 
Pap Smear
 Pap smear adalah tindakan medis dengan mengambil sampel jaringan leher rahim untuk diperiksa di laboratorium. Pap smear umumnya digunakan untuk mendeteksi kanker serviks ataupun kondisi leher rahim lainnya pada wanita.
Pemeriksaan pap smear disarankan mulai dilakukan pada semua wanita berusia 21–65 tahun, atau bagi yang telah aktif secara seksual. 

 
Kolonoskopi
 Kolonoskopi adalah prosedur medis untuk mendeteksi kanker usus besar dan kanker rektum. Melalui prosedur ini, dokter akan memasukkan tabung tipis berkamera melalui anus.

 
Esofagogastroduodenoskopi (EGD)
 Pemeriksaan ini lebih dikenal sebagai endoskopi untuk saluran cerna bagian atas (upper endoscopy) yang berguna untuk mendeteksi kanker lambung. 

 

Pemeriksaan Prostate Specific Antigen (PSA)
 Tes Prostate Specific Antigen (PSA) adalah prosedur medis untuk memeriksa kadar protein PSA di dalam tubuh pria. Protein ini termasuk jenis protein yang diproduksi oleh kelenjar prostat dan sel kanker prostat sehingga dapat digunakan untuk mendeteksi kanker prostat pada pria.

 5. Pentingnya Gaya Hidup Sehat
 Selain melakukan sejumlah pemeriksaan, deteksi dini kanker juga perlu diimbangi dengan mengendalikan berbagai faktor risikonya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menjalani pola hidup sehat sebaik mungkin, seperti:

-Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.
-Rutin berolahraga.
-Berhenti merokok.
-Membatasi konsumsi minuman beralkohol.
-Mengelola stres dengan baik.
 
Pada dasarnya, deteksi dini kanker penting dilakukan oleh setiap individu meskipun tidak memiliki riwayat genetik dari keluarga ataupun mengeluhkan gejala awal terkait dengan penyakit tersebut. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua rumah sakit mungkin menyediakan layanan tersebut.

 Perlu ingat pula, tahapan pemeriksaan yang Anda jalani dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.



Sumber: https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/wajib-tahu-ini-peran-sains-untuk-deteksi-kanker-sejak-dini

 


Komentar

Lin’s Blog mengatakan…
keren bgt kak

Postingan populer dari blog ini

Cara Menangani DBD

 Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. DBD banyak dijumpai di daerah tropis dan subtropis seperti Indonesia. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya DBD. Diantaranya adalah rendahnya kekebalan tubuh masyarakat; kepadatan jentik nyamuk atau populasi nyamuk penular yang banyak ditemukan di musim penghujan; genangan air di tempat-tempat tertentu seperti ban bekas, kaleng bekas, talang air, botol bekas, gelas bekas, lubang pohon, bambu, pelepah daun, dan sebagainya. Tips Pencegahan DBD  Menggunakan metode 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang Barang Bekas). 1. Menguras Bersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan air seperti: ember air, bak mandi, penampungan air minum, penampung air lemari es, tong air, dan lain-lain. 2. Menutup Tutup rapat tempat penampungan air 3. Mendaur Ulang Barang Bekas Daur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas. Hal tersebu...

10 Langkah Sederhana Untuk Mencegah Diabetes Sejak Dini

  Sebelumnya, Diabetes itu apa sih ? Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula di dalam darah. Glukosa atau gula adalah sumber energi utama bagi tubuh. Namun, pada penderita diabetes, glukosa tidak dapat digunakan oleh tubuh dengan efektif. Jadi secara singkatnya diabetes adalah penyakit yang disebabkan oleh glukosa atau gula tubuh yang tidak terkontrol Setelah mengetahui apa itu diabetes kita harus tau gejala yang ditimbulkan dari penyakit diabetes ya sobat!  Berikut beberapa gejala diabetes : Beberapa gejala yang dapat terjadi akibat diabetes adalah: Sering merasa haus atau lapar Sering buang air kecil, terutama pada malam hari Penurunan berat badan dan massa otot Pandangan berbayang Sering merasa lelah dan lemas Sering mengalami sariawan Luka sulit sembuh Kandungan keton di dalam urine Infeksi berulang di kulit, gusi, saluran kemih, atau area kelamin  Ada juga beberapa gejala lain yang juga bisa dialami penderita diabetes, misalnya:...

Mari Belajar Mengenai Asma

  Apa itu Asma? Asma adalah salah satu gangguan sistem pernapasan yang ditandai oleh peradangan dan penyempitan saluran napas hingga bisa menyebabkan sesak napas. Hal ini dikarenakan penderita asma memiliki saluran pernapasan yang lebih sensitif dibandingkan orang pada umumnya.  Ketika paru-paru mengalami iritasi, saluran pernapasan akan menyempit sehingga udara yang masuk dalam paru-paru menjadi terbatas. Kondisi itulah yang membuat penderita asma sering mengalami sesak napas atau batuk saat terpapar asap rokok, debu, bulu binatang atau zat pemicu lain yang berpotensi mengiritasi paru-paru. Kira kira apa ya penyebab asma itu sendiri? Penyebab Asma belum diketahui secara pasti apa penyebab penyakit asma. Namun, kondisi ini kerap terjadi ketika pengidapnya terpapar zat pemicu tertentu. Beberapa hal yang diduga dapat memicu asma adalah sebagai berikut: -Infeksi saluran pernapasan atas. -Faktor cuaca, misalnya cuaca dingin, panas, atau perubahan suhu yang drastis. -Perokok akti...